Selasa, 18 Maret 2008

Sajak Rindu

Pernahkah kau bayangkan

Rangkaian mimpi yang kupahat di temaram langit

Adalah wujud rinduku yang luruh dalam hening

Dan tenggelam dalam kerik jengkerik di beranda

Pernahkah kau bayangkan

Disetiap rentang waktu yang riuh

dimana kurekat erat binar matamu

Selalu kutitipkan harap disana

Dalam desau angin dan desir gerimis senja

Pernahkah kau bayangkan

Pada kelopak mawar disudut taman

Dan jernih embun yang menitik diatasnya

Kusimpan gigil gairahku yang membara padamu

Disetiap tarikan nafas

saat kulukis paras purnamamu

di kanvas hatiku

Pada Saatnya


Pada Saatnya,

Ketika musim berganti

Dan gugusan mendung yang ranum

Menitikkan tetes hujan pertama

Biduk yang kukayuh akan merapat ke dermagamu

Menyibak kabut keraguan

Lalu mendamparkan hasrat yang hangat dibakar rindu

Pada Saatnya,

Di ujung perjalanan

Akan kubingkai binar matamu

Bersama gelegak gairah jiwaku
Menjadi lukisan indah di lekuk cakrawala
Dalam leleh cahaya bulan melumuri langit

ditingkah semilir angin laut dan tarian ombak

membelai lembut kristal pasir pantai

Pada Saatnya,

Akan kubuatmu terjaga dari lelap tidur

lalu bersama merajut impian yang tak segera usai,

Dalam genangan cinta dipalung kalbu

Dan getar cumbu tak berkesudahan